Untukmu negeri

berdiriku di atas bumi negeri membentang
menatap langit jauh di atas kepalaku...
tercurah keringat dan air mataku...
menetes,.. membasahi tanah pijakanku..
dan kupastikan tetap di sanalah gemingku berada

seribu caci maki mendera...
seribu nafsu serakah menggerogoti...
kutetap yakinkan diriku berdiri...
tuk abdikan diri padamu, negeri...

kucinta kau karena rahim ibuku..
kucinta kau karena masa riang kecilku dulu
kucinta kau karena peluh dan debu di tanganku,...
kucinta kau sampai akhir kumenutup mata

Selamat Jalan, Paman

Sosokmu biasa saja,...
nyaris tak ada kenangan yang dapat kuingat saat bersamamu,..
namun aku tahu, ada-mu dalam hidupku, tak terbilang jasamu,..
yang sering kulupakan bahwa engkau turut membesarkan diriku,..
kulupa karena rasa marahku,.. rasa kecewaku yang tak beralas,..

Maafkan aku, paman...
karena ku tiada saat engkau mengharapkan aku ada,...
karena ku pergi saat yang lain menghilang darimu,..

Terima kasih, paman...
hadirmu dalam hidupku tlah memberi arti bagiku,..

Selamat jalan, paman...
semoga engkau bahagia di sana..
semoga engkau mengampuni segala salahku padamu,..
dan tersenyum padaku di surga sana.


(didedikasikan untuk pamanku, Didi Supardi yg meninggal 18-Jan-2012)

Lelah

berlari.. tiada guna
mendesah.. tiada guna
berdiam... asa terhampa
kosong...
sunyi...
entah apa yang harus diraih ?
....
lelah...
rasa lelah berganti mengisi relung..
karsa tak jua menjadi karya...
...
lelah...
entah sampai kapan ?
mungkin sampai ku temukan kembali
asaku yang tlah terhampa

Anakku, malaikatku

walau tak sempat terlahir,..
begitu dalam kenangan akan dirimu

meski hanya dalam hitungan hari
berada dalam hangatnya rahim ibumu,
hadirmu yang sesaat telah melambungkan
asa dan harapanku

engkau yang tak sempat terlahir
kurasakan sungguh kehadiranmu
sebagai malaikat kecilku

anakku yang tak pernah terlahir
kini menjadi malaikat kecil ku yang manis...
aku melihat senyum lucumu setiap pagi

Ananda

Ananda,.. anakku
hadirmu adalah wujud kasih Ilahi
kunantikan sepenuh hatiku
sedari kau dikandung ibumu

Ananda,... anakku
wujud cinta tak berkesudahan
kau genapi kebahagiaanku
kebahagiaan ibumu
dan kebahagiaan kakak-kakakmu...

Ananda,... anakku
anak ketigaku
kunantikan lahirmu
sembilan bulan ke depan...

Masa yang baru

terlampau sudah masa yang lalu
yang baru kini bersua
menjanjikan harapan
menawarkan setumpuk asa
yang ingin kureguk
walau cuma sejumput

seuntaian tali yang kuurai
seperti mengurai mimpi
yang melintas kembali
mengganggu awal masa ini
ingin kuhardik dan tak ambil pusing

harapku kusematkan
pada masa yang baru datang
berdoa akan kedatangan
nafas baru
jiwa baru
dan
kehidupan yang baru

terhela satu masa

satu masa
terhela sudah...
dari hembusan nafasku
dan terasa seperti angin berlalu
terhempas dan berlalu
.....
kadang terasa hangat
kadang terasa dingin
....
meninggalkan satu masa
yang lain yang telah coba ditinggalkan
.....
namun tak jua beranjak
dari sisi ingatan
....
satu masa
...
sebenarnya hanya satu masa