Percik

Seolah selalu lekat
noda dalam diri ini....
sehingga tak jua boleh hilang..
bahkan debu sepelintasan pun
menjadikan noda menguat kembali

lelahnya....

meski semua tlah coba dilakukan
bahkan dengan tidak melihat noda di tempat lain
dan tidak pula membandingkan mana yang lebih kotor
dengan harapan noda dalam diri semakin memudar dan hilang...

tapi...

kenapa malah membayang lagi
dan tak jua membias ???

lelahnya....

Bahagia

tak perlu jauh
tuk meraih bahagia

tak perlu lama
tuk menunggu bahagia

karena bahagia khan selalu ada
saat kita bersyukur
atas suka maupun duka kita
atas berkat maupun musibah kita

bahagia....
terima kasih telah ada
dalam hidupku

Hina

mengingatNya,... sungguh indah
merasakanNya,... sungguh indah
namun ku tak sanggup memandangNya
aku tak sanggup mengundangNya
karena aku hina
hina selayaknya onggokan sampah kering
yang tertiup angin dan terhamburkan....
hinanya aku,
karena ku telah membiarkanNya
menebus dosa dan salahku dengan darahNya
namun tak sepatah katapun terucap dariku
'tuk sampaikan terima kasih padaNya
sungguh...
hinanya diriku

Diam

Dalam diamku terasakan sudah
titian hari yang berlalu 
kadang lamban
namun kadang berasa cepat....
hingga aku ingin pergi
kembali ke masa laluku...........
tapi cukup sudah,
biarlah menikmatinya hanya dalam diam
karena diamku sekarang menjadi makna