Ananda

Ananda,.. anakku
hadirmu adalah wujud kasih Ilahi
kunantikan sepenuh hatiku
sedari kau dikandung ibumu

Ananda,... anakku
wujud cinta tak berkesudahan
kau genapi kebahagiaanku
kebahagiaan ibumu
dan kebahagiaan kakak-kakakmu...

Ananda,... anakku
anak ketigaku
kunantikan lahirmu
sembilan bulan ke depan...

Masa yang baru

terlampau sudah masa yang lalu
yang baru kini bersua
menjanjikan harapan
menawarkan setumpuk asa
yang ingin kureguk
walau cuma sejumput

seuntaian tali yang kuurai
seperti mengurai mimpi
yang melintas kembali
mengganggu awal masa ini
ingin kuhardik dan tak ambil pusing

harapku kusematkan
pada masa yang baru datang
berdoa akan kedatangan
nafas baru
jiwa baru
dan
kehidupan yang baru

terhela satu masa

satu masa
terhela sudah...
dari hembusan nafasku
dan terasa seperti angin berlalu
terhempas dan berlalu
.....
kadang terasa hangat
kadang terasa dingin
....
meninggalkan satu masa
yang lain yang telah coba ditinggalkan
.....
namun tak jua beranjak
dari sisi ingatan
....
satu masa
...
sebenarnya hanya satu masa

Percik

Seolah selalu lekat
noda dalam diri ini....
sehingga tak jua boleh hilang..
bahkan debu sepelintasan pun
menjadikan noda menguat kembali

lelahnya....

meski semua tlah coba dilakukan
bahkan dengan tidak melihat noda di tempat lain
dan tidak pula membandingkan mana yang lebih kotor
dengan harapan noda dalam diri semakin memudar dan hilang...

tapi...

kenapa malah membayang lagi
dan tak jua membias ???

lelahnya....

Bahagia

tak perlu jauh
tuk meraih bahagia

tak perlu lama
tuk menunggu bahagia

karena bahagia khan selalu ada
saat kita bersyukur
atas suka maupun duka kita
atas berkat maupun musibah kita

bahagia....
terima kasih telah ada
dalam hidupku

Hina

mengingatNya,... sungguh indah
merasakanNya,... sungguh indah
namun ku tak sanggup memandangNya
aku tak sanggup mengundangNya
karena aku hina
hina selayaknya onggokan sampah kering
yang tertiup angin dan terhamburkan....
hinanya aku,
karena ku telah membiarkanNya
menebus dosa dan salahku dengan darahNya
namun tak sepatah katapun terucap dariku
'tuk sampaikan terima kasih padaNya
sungguh...
hinanya diriku

Diam

Dalam diamku terasakan sudah
titian hari yang berlalu 
kadang lamban
namun kadang berasa cepat....
hingga aku ingin pergi
kembali ke masa laluku...........
tapi cukup sudah,
biarlah menikmatinya hanya dalam diam
karena diamku sekarang menjadi makna